Letters #56

Kantor Nielsen, Uncategorized

Nadia Hanif, temen sekantor Nielsen

Tinggi, putih, diem

Hi Mas,

Kalo yang mereka bilang itu benar, bahwa “restu manajer sama kayak restu orang tua”, gue harus sangat-sangat berterima kasih sama lo sih Mas. You’re I hoped the first few people that I will tell if I got this news.

Inget ga sih obrolan kita pas gue resign, tepat seminggu sebelom lo pergi selamanya, pas itu gue cerita, “Kalo dikasih kesempatan sih Mas, gue mau nyoba ngejar mimpi lama gue nih untuk membangun sistem kereta api di Indonesia”. Dan reaksi lo saat itu, lo sangat-sangat mendukung gue. “Ayo If, coba aja, ga banyak kali yang bisa berkarir di bidang ini”

And here I am less than 3 months after I left the office, I got an offer to work on railway company, DAMN!. Sesuatu yang aku pikir enggak pernah aku bisa dapatkan mengingat pengalaman kerja aku selama satu tahun ini adalah di bidang Market Research.

Everytime I doubted myself should I take the offer or not, gue selalu inget obrolan kita saat itu sih Mas. Makasih Mas udah merestui gue kala itu dan makasih pula sudah pernah jadi Manajer gue.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.